TUBERKULOSIS PADA ANAK: GEJALA YANG SERING TERLEWAT DAN CARA MENGENALINYA SEJAK DINI
Oleh : dr. Rhama Patria Bharata, M. Med., Sc., Sp. A

TB masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak. Setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia (World TB Day). Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai TB, pentingnya deteksi dini, serta pengobatan yang tepat hingga tuntas. Secara global, TB masih menjadi salah satu penyakit infeksi paling mematikan. Laporan kesehatan dunia menunjukkan bahwa TB menyebabkan sekitar 1,23 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan bahwa TB masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang serius.
BATUK YANG TIDAK KUNJUNG SEMBUH PADA ANAK JANGAN SELALU DIANGGAP FLU
Batuk merupakan keluhan yang sangat sering dialami anak. Dalam banyak kasus, batuk memang hanya disebabkan oleh infeksi virus ringan seperti flu dan biasanya akan membaik dalam beberapa hari. Namun orang tua perlu lebih waspada jika batuk pada anak berlangsung lama dan tidak kunjung membaik.
Pada anak-anak, diagnosis TB sering lebih sulit karena gejalanya tidak selalu khas. Apabila batuk berlangsung lebih dari dua minggu, disertai demam yang berulang, nafsu makan menurun, atau berat badan anak sulit naik, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya penyakit yang lebih serius. Salah satu penyakit yang perlu dipertimbangkan adalah tuberkulosis (TB). Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami tanda-tanda TB pada anak, bagaimana penyakit ini menular, serta bagaimana cara pengobatannya.
APA ITU TUBERKULOSIS PADA ANAK?
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi sebenarnya dapat menyebar ke berbagai organ tubuh lain seperti kelenjar getah bening, tulang, otak, maupun organ di rongga perut. Pada anak-anak, TB seringkali tidak menimbulkan gejala yang jelas seperti pada orang dewasa. Karena itu, penyakit ini terkadang baru diketahui setelah pemeriksaan medis lebih lanjut.
BAGAIMANA TB MENULAR KE ANAK?
Penularan TB terjadi melalui udara. Ketika seseorang dengan TB paru aktif batuk, bersin, atau berbicara, kuman TB dapat keluar bersama percikan kecil di udara yang disebut droplet. Anak-anak biasanya tertular dari orang dewasa di sekitarnya, terutama yang tinggal serumah. Jika anak menghirup udara yang mengandung kuman TB, maka kuman tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru. Berbeda dengan orang dewasa, anak yang menderita TB biasanya jarang menularkan penyakit kepada orang lain, karena jumlah kuman TB dalam tubuh anak umumnya lebih sedikit.
TANDA DAN GEJALA TUBERKULOSIS PADA ANAK
Salah satu tantangan terbesar dalam mendiagnosis TB pada anak adalah gejalanya yang sering tidak spesifik. Gejala yang muncul dapat menyerupai penyakit lain sehingga sering tidak langsung dicurigai sebagai TB. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu
- Demam ringan yang terjadi terus-menerus
- Berat badan tidak naik atau bahkan menurun
- Nafsu makan berkurang
- Anak terlihat lemah dan mudah lelah
- Pembesaran kelenjar getah bening di leher
- Benjolan pada tulang atau sendi.
Jika beberapa gejala tersebut muncul bersamaan, sebaiknya anak diperiksakan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

BAGAIMANA DOKTER MENEGAKKAN DIAGNOSIS TB PADA ANAK?
Diagnosis TB pada anak tidak hanya didasarkan pada satu gejala saja. Dokter biasanya akan mempertimbangkan beberapa faktor secara bersamaan. Salah satu metode yang digunakan adalah sistem skoring TB anak, yang menilai beberapa hal seperti:
- Riwayat kontak dengan penderita TB
- Keluhan batuk lama
- Demam berkepanjangan
- Kondisi gizi anak
- Pembesaran kelenjar getah bening
- Hasil pemeriksaan penunjang, seperti: Tes Mantoux, foto rontgen dada, pemeriksaan dahak, atau tes IGRA. Dokter akan menentukan pemeriksaan yang diperlukan sesuai kondisi masing-masing anak.
FAKTOR RISIKO TUBERKULOSIS PADA ANAK
Tidak semua anak yang terpapar kuman TB akan menjadi sakit. Risiko anak terkena TB akan meningkat jika terdapat faktor-faktor berikut:
- Kontak erat dengan penderita TB, terutama jika tinggal dalam satu rumah dengan penderita TB paru aktif.
- Lingkungan yang padat, misalnya tinggal di asrama, pondok pesantren, atau panti asuhan.
- Ventilasi rumah yang kurang baik. Ruangan yang tertutup dan minim sinar matahari dapat mempermudah penyebaran kuman.
- Sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya pada anak dengan gizi buruk, infeksi HIV, atau yang sedang menjalani terapi tertentu seperti kemoterapi atau penggunaan steroid jangka panjang.
- Belum mendapat imunisasi BCG

PENGOBATAN TB PADA ANAK
Pengobatan TB menggunakan obat anti tuberkulosis (OAT) yang harus diminum setiap hari. Secara umum, terapi TB berlangsung minimal 6 bulan. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah penghentian obat sebelum waktunya karena anak sudah tampak membaik. Padahal menghentikan pengobatan terlalu cepat dapat menyebabkan penyakit kambuh kembali dan kuman TB menjadi kebal terhadap obat. TB yang kebal obat jauh lebih sulit diobati dan membutuhkan terapi yang lebih lama. Karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk memastikan anak menghabiskan seluruh pengobatan sesuai anjuran dokter.
Selain pengobatan, perawatan sehari-hari juga berperan penting dalam proses pemulihan anak. Beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah antara lain:
- Membuka jendela rumah agar ventilasi baik
- Memastikan anak mendapat makanan bergizi
- Memberikan waktu istirahat yang cukup
- Menjaga kebersihan lingkungan
Jika kondisi anak sudah stabil dan dokter mengizinkan, anak biasanya tetap dapat bersekolah dan menjalani aktivitas normal.
PENCEGAHAN PENULARAN TB DI LINGKUNGAN KELUARGA
Apabila ada anggota keluarga yang menderita TB aktif, beberapa langkah pencegahan perlu dilakukan.
Misalnya menggunakan masker, menerapkan etika batuk, dan memeriksakan anggota keluarga lain yang tinggal serumah. Pada anak yang pernah kontak erat dengan penderita TB tetapi belum menunjukkan gejala, dokter dapat memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Terapi ini bertujuan mencegah infeksi berkembang menjadi penyakit TB aktif.
EFEK SAMPING OBAT TB PADA ANAK
Sebagian besar anak dapat menjalani pengobatan TB tanpa masalah serius. Namun beberapa efek samping ringan dapat muncul, seperti mual, nafsu makan berkurang, dan perubahan warna urin menjadi kemerahan. Efek tersebut biasanya tidak berbahaya dan bersifat sementara.
Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter jika muncul gejala seperti:
- Muntah terus-menerus
- Nyeri perut hebat
- Mata atau kulit tampak kuning
- Anak sangat lemas
- Muncul ruam di seluruh tubuh
PERAN ORANG TUA SANGAT PENTING DALAM PENGOBATAN TB
Keberhasilan pengobatan TB pada anak sangat bergantung pada dukungan keluarga.
Orang tua berperan penting untuk:
- Memastikan anak minum obat setiap hari
- Membawa anak kontrol sesuai jadwal
- Memantau pertumbuhan dan berat badan anak
- Memberikan nutrisi yang cukup
Dengan pengobatan yang tepat dan dukungan keluarga, sebagian besar anak dengan TB dapat sembuh sepenuhnya dan kembali tumbuh sehat.

Tentang Penulis :
dr. Rhama Patria Bharata, M. Med. Sc., Sp.A
Dokter Spesialis Anak Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah
Pelayanan Kesehatan bayi, anak, dan remaja
