Oleh : dr. Rakhma Nur Aziza

BEBERAPA PENYAKIT PARU DI SEKITAR KITA
1. INFEKSI PARU (PNEUMONIA)
Pneumonia merupakan salah satu jenis ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut berupa meradangnya kantung udara dalam paru-paru (alveolus) yang berfungsi dalam pertukaran gas dalam paru.
Pneumonia sering disebut paru-paru basah karena penyakit ini membuat kantung udara dalam organ tersebut dipenuhi oleh cairan atau nanah. Penyebab penyakit paru-paru satu ini yaitu infeksi virus, bakteri, maupun jamur.
Beberapa gejala penyakit paru-paru basah di antaranya yaitu :
- Sering mengalami batuk dan disertai munculnya lendir kuning, hijau, atau bahkan berdarah
- Sesak napas
- Nyeri di bagian dada
- Demam
Pneumonia yang umum terjadi adalah pneumonia akibat bakteri. Namun, beberapa waktu lalu kita menghadapi suatu wabah atau pandemi penyakit yang disebabkan oleh virus yaitu COVID-19. Infeksi paru merupakan kondisi yang memiliki risiko tinggi untuk menular ke orang lain melalui percikan air liur (droplet) penderitanya. Karena itu, sangat dianjurkan untuk menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit guna meminimalkan risiko terjadinya infeksi pada paru-paru.
2. TUBERKULOSIS PARU
tuberculosis. Indonesia saat ini berada di posisi kedua dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia, dengan angka kematian yang cukup tinggi. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan organ tubuh yang diserang biasanya adalah paru-paru, tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening, dan jantung. TB Paru ditularkan melalui percikan air liur (droplet penderita) yang menyebar saat bicara, batuk, dan bersin.
Gejala TB paru:
- Batuk terus-menerus (berdahak maupun tidak berdahak) lebih dari 2 minggu
- Gejala lainnya adalah demam dan meriang dalam jangka waktu yang panjang
- Sesak nafas dan nyeri dada
- Berat badan menurun
- Ketika batuk terkadang dahak bercampur darah
- Nafsu makan menurunBerkeringat di malam hari meski tanpa melakukan kegiatan
TB Paru dapat diobati dan gratis. Penanggulangan TB Paru merupakan salah satu program Kesehatan pemerintah
3. ASMA
Asma adalah suatu penyakit berupa inflamasi atau peradangan kronis yang memengaruhi fungsi pernapasan. Asma bronkial terjadi karena adanya hiperaktivitas bronkus akibat peradangan kronis pada saluran pernapasan, sehingga penderita mengalami gejala episodik, seperti sesak napas, mengi, rasa berat di dada, dan batuk (terutama di malam hari).
Pada dasarnya, penyakit asma tidak dapat disembuhkan, namun gejalanya bisa dikontrol melalui obat-obatan sehingga penderita bisa menjalani aktivitasnya dengan normal. Selain itu, gejala episodik asma juga bisa berubah-ubah seiring waktu.
Penyebab atau pencetus asma :
- Polusi udara, seperti asap industri maupun asap dari kendaraan.
- Perubahan cuaca atau suhu yang terjadi secara ekstrem.
- Paparan zat atau partikel asing, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, pasir, dan lain-lain.
- Stres dan kecemasan yang berlebihan.
- Asap rokok, baik pada perokok aktif maupun perokok pasif.
- Parfum atau wewangian.
- Refluks asam lambung (GERD).
- Infeksi saluran pernapasan, seperti pilek/flu dan pneumonia.
- Bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan atau minuman, misalnya bahan penyedap, pewarna, dan pengawet.
- Obat-obatan, seperti aspirin, beta blocker, ibuprofen, dan sejenisnya.
- Kondisi lain yang dapat memicu terjadinya asma bronkial adalah: Asma yang dipicu oleh pekerjaan tertentu, ketika aktivitas tertentu, alergi, atau asma nokturnal
4. PPOK
Penyakit Paru Obstruktif Kronik dahulu disebut dengan Penyakit Paru Obstruktif Menahun. Penyakit ini ditandai dengan adanya perlambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversible (aliran udara melambat akibat penyempitan saluran pernapasan yang tidak bisa kembali normal). Perlambatan Aliran udara umumnya bersifat progresif dan berkaitan dengan respons inflamasi yang abnormal terhadap partikel atau gas iritan.
Seseorang dengan PPOK ringan dapat tanpa keluhan atau gejala. Hal ini berbahaya karena apabila faktor risikonya tidak dihindari maka penyakit ini akan semakin progresif. PPOK dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:
- Sesak napas
- Batuk-batuk kronis (batuk 2 minggu)
- Sputum yang produktif (batuk berdahak) Pada PPOK eksaserbasi akut terdapat gejala yang bertambah parah seperti: bertambahnya sesak napas, kadang-kadang disertai mengi, bertambahnya batuk disertai meningkatnya sputum (dahak), sputum menjadi lebih purulen dan berubah warna.
- Gejala non-spesifik: lesu, lemas, susah tidur, mudah lelah, depresi
Faktor risiko PPOK :
- Riwayat infeksi saluran napas bawah berulang
- Kebiasaan merokok merupakan satu-satunya penyebab kausal yang terpenting, jauh lebih penting dari faktor penyebab lainnya.
- Riwayat terpajan polusi udara di lingkungan dan tempat kerja
- Hipereaktivitas bronkus

DAMPAK BURUK ASAP ROKOK
Di dalam sebatang rokok terkandung 4.000 jenis senyawa kimia beracun yang berbahaya untuk tubuh dimana 43 diantaranya bersifat karsinogenik. Dengan komponen utama:
- Nikotin, zat berbahaya penyebab kecanduan
- Tar, bersifat karsinogenik
- CO, menurunkan kandungan oksigen dalam darah.
Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, khususnya kanker paru, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit jantung koroner, dan gangguan pembuluh darah, disamping menyebabkan penurunan kesuburan, gangguan kehamilan, gangguan pertumbuhan janin (fisik dan IQ), gangguan imunitas bayi dan peningkatan kematian perinatal. Selain berdampak buruk bagi kesehatan perokok itu sendiri, Asap Rokok Orang Lain (AROL) juga berbahaya bagi kesehatan orang di sekitarnya, yang dalam hal ini menjadi perokok pasif. AROL adalah gabungan antara asap yang dikeluarkan oleh ujung rokok yang membara dan produk tembakau lainnya serta asap yang dihembuskan oleh perokok. Tidak ada batas aman untuk AROL. Perokok pasif ini mempunyai risiko terkena penyakit kanker 30 % lebih besar dibandingkan dengan yang tidak terpapar asap rokok, juga terkena penyakit jantung iskemik yang disebabkan oleh asap rokok.

CARA MENJAGA KESEHATAN PARU
- Cuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir
- Konsumsi makanan bergizi seimbang
- Olahraga secara rutin, setidaknya 3 kali seminggu selama 30 menit
- Hentikan kebiasaan merokok
- Gunakan masker, terutama saat berada di luar ruangan, guna menghindari paparan polusi
- Lakukan vaksinasi untuk influenza, pneumonia, dan COVID-19
- Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala atau sesuai anjuran dokter
- Segera ke dokter jika terdapat gejala-gejala gangguan pada paru-paru dan saluran pernapasan

Tentang Penulis
dr. Rakhma Nur Aziza
Dokter Umum PKU Muhammadiyah Kutoarjo

1 comment
Sangat mengedukasi